Senin, 09 April 2012
Koinobori
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Koinobori
Koinobori (こいのぼり, 鯉のぼり, atau 鯉幟 bendera koi?) adalah bendera berbentuk ikan koi yang dikibarkan di rumah-rumah di Jepang oleh orang tua yang memiliki anak laki-laki. Pengibaran koinobori dilakukan untuk menyambut perayaan Tango no Sekku.
Menurut penanggalan Imlek, Tango no Sekku jatuh pada tanggal 5 bulan 5 ketika Asia Timur sedang musim hujan. Orang tua yang memiliki anak laki-laki mengibarkan koinobori hingga hari Tango no Sekku untuk mendoakan agar anak laki-lakinya menjadi orang dewasa yang sukses. Setelah Jepang memakai kalender Gregorian, koinobori dikibarkan hingga Hari Anak-anak (5 Mei). Koinobori yang tertiup angin telah menjadi simbol perayaan Hari Anak-anak. Kalau zaman dulu koinobori berkibar di tengah musim hujan, koinobori biasanya sekarang mengingatkan orang Jepang tentang langit biru yang cerah di akhir musim semi.
Satu set koinobori terdiri dari ryūdama, yaguruma, fukinagashi, dan bendera-bendera ikan koi.
Ryūdama (bola naga)
Bola yang bisa berputar dipasang di ujung paling atas tiang tempat mengibarkan koinobori.
Yaguruma
Roda berjari-jari anak panah yang dipasang di bawah ryūdama. Ryūdama dan yaguruma dipercaya sebagai pengusir arwah jahat.
Fukiganashi
Sarung angin berhiaskan panji-panji lima warna (biru, merah, kuning, putih, dan hitam) atau gambar ikan koi. Fukinagashi melambangkan 5 unsur (kayu, api, air, tanah, dan logam), dan dipercaya sebagai penangkal segala penyakit.
Koinobori hitam (magoi)
Koinobori berwarna hitam yang melambangkan ayah dikibarkan di bawah fukinagashi.
Koinobori merah (higoi) dan koinobori warna lainnya
Koinobori lain yang berukuran lebih kecil dikibarkan di bawah koinobori merah. Pada zaman sekarang, koinobori merah melambangkan ibu, koinobori biru melambangkan putra sulung, dan koinobori hijau melambangkan putra kedua.
Daftar isi [sembunyikan]
1 Asal usul
2 Tempat-tempat terkenal
3 Referensi
4 Lihat pula
5 Pranala luar
[sunting]Asal usul
Koinobori berkibar di tengah sawah. Koinobori yang tidak dipasang di tiang melainkan memakai tali.
Dalam Buku Han Akhir (Hou Han Shu) yang merupakan salah satu dari buku sejarah resmi Cina (Sejarah Dua Puluh Empat Dinasti) dikisahkan tentang sebuah air terjun di sungai Sungai Kuning yang alirannya deras. Ikan-ikan berusaha keras memanjat air terjun, namun hanya koi yang berhasil memanjat air terjun dan berubah menjadi naga. Oleh karena itu, koi yang berhasil menaiki air terjun dijadikan simbol kesuksesan dalam hidup.
Tradisi pengibaran koinobori di halaman rumah dimulai oleh kalangan samurai pada pertengahan zaman Edo. Mereka memiliki tradisi merayakan Tango no Sekku dengan memajang peralatan bela diri, seperti yoroi, kabuto, dan boneka samurai. Selain itu, mereka membuat koinobori dari kertas, kain, atau kain bekas yang dijahit dan digambari ikan koi. Koinobori dibuat agar bisa berkibar dan menggelembung bila tertiup angin.
Lukisan koinobori asal zaman Edo oleh Hiroshige (Bukit Suruga dan Jembatan Suido) dari Seratus Pemandangan Terkenal dari Edo
Pada awalnya, orang Jepang hanya mengibarkan koinobori berwarna hitam yang disebut magoi (真鯉?). Koi yang dikibarkan paling atas melambangkan putra sulung dalam keluarga. Sebagai hiasan yang dibuat untuk meramaikan perayaan, koinobori warna lain juga berangsur-angsur mulai dibuat, dan semuanya melambangkan anak laki-laki dalam keluarga. Sejak zaman Meiji, koinobori berwarna merah yang disebut higoi (緋鯉?) mulai dikibarkan untuk menemani koinobori berwarna hitam. Tradisi pengibaran koinobori biru dimulai sejak zaman Showa. Ukuran koinobori biru (kogoi, 子鯉) lebih kecil dari koinobori merah atau hitam, dan melambangkan anak koi.
Pada zaman sekarang sering dijumpai koinobori warna hijau dan oranye yang dimasudkan sebagai anak-anak koi. Di beberapa tempat di Jepang, koinobori bukan saja milik anak laki-laki. Koinobori yang melambangkan adanya anak perempuan dalam keluarga juga ingin ikut dikibarkan. Tersedianya koinobori warna cerah seperti oranye kemungkinan ditujukan untuk keluarga yang memiliki anak perempuan.
Pada 1931, pencipta lagu Miyako Kondo menulis lagu berjudul "Koinobori". Dalam lirik lagu tersebut, koinobori yang besar dan berwarna hitam adalah bapak koi dan koinobori warna lain yang lebih kecil adalah anak-anak koi.[1] Konsep dari lirik lagu tersebut diterima secara luas di tengah rakyat yang sedang di bawah pemerintahan militer. Seusai Perang Dunia II, peran wanita makin penting, dan koinobori warna merah dipakai untuk melambangkan ibu koi. Satu set koinobori akhirnya secara lengkap melambangkan keluarga yang utuh: bapak, ibu, dan putra-putrinya. Hingga kini, lagu "Koinobori" ciptaan Miyako Kondo tetap dinyanyikan anak-anak, namun liriknya tetap sama seperti ketika diciptakan pada tahun 1931.
Berkibarnya koinobori sudah menjadi pemandangan langka di kota-kota besar di Jepang. Makin sedikitnya keluarga di Jepang yang memiliki anak kecil mungkin menjadi penyebabnya. Selain itu, penduduk kota besar tidak lagi tinggal di kompleks perumahan, melainkan di apartemen (mansion) yang tidak memiliki halaman untuk mengibarkan koinobori.
[sunting]Tempat-tempat terkenal
Perajin sedang melukis koinobori
Kazo, Prefektur Saitama
Kazo dikenal sebagai pusat kerajinan koinobori sejak sebelum Perang Dunia II. Di kota ini setiap tahun pada bulan Mei dikibarkan koinobori berukuran raksasa.[2] Tradisi ini dimulai sejak tahun 1988 dengan mengibarkan koinobori berukuran panjang 100 m dan berat 600 kg.[3]
Tsuetate Onsen, Oguni, Prefektur Kumamoto
Dari April hingga awal Mei, ryokan yang terletak di lembah Sungai Tsuetate mengibarkan lebih dari 3.500 koinobori.[4]
Ino, Distrik Agawa, Prefektur Kōchi
Setiap awal Mei, koinobori dari washi dipasang di aliran Sungai Niyodo. Koinobori dari washi tidak sobek walaupun basah terkena air sungai.[5]
Kanazawa, Prefektur Ishikawa
Acara tahunan berupa pemasangan dua ratus koinobori di tengah aliran Sungai Asano, Kanazawa[6]
Suzu, Prefektur Ishikawa
Setiap awal Mei, ratusan koinobori dikibarkan di atas Sungai Ōtani.
Shimanto, Distrik Takaoka, Prefektur Kōchi
Setiap akhir April hingga awal Mei, sekitar 500 koinobori dipasang di tengah aliran Sungai Shimanto.
Tatebayashi, Prefektur Gunma
Festival Koinobori di 5 lokasi dari akhir Maret hingga pertengahan Mei. Jumlah koinobori yang dikibarkan di Tatebayashi tercatat sebagai terbanyak di dunia (lebih dari 5.000 koinobori). Pada Mei 2005, festival ini mengibarkan sejumlah 5.283 koinobori, dan tercatat dalam Guinness World Records.[7]
[sunting]Referensi
^ Toyozaki, Yoko (2008). ニッポン風物詩. IBC Publishing. hlm. 154. ISBN 4-8968-4581-1.
^ "観光・イベント (Kankō event)". 加須市. Diakses pada 3 Juni 2009.
^ "加須市の名物「ジャンボこいのぼり」には、3代の歴史があります (Kazo-shi no meibutsu "jumbo koinobori" ni wa, 3-dai no rekishi ga arimasu)". 加須市. Diakses pada 3 Juni 2009.
^ "杖立温泉鯉のぼり祭り (Tsuetate onsen koinobori matsuri)". 熊本県商工観光労働部観光物産総室. Diakses pada 3 Juni 2009.
^ "いの町観光情報 (Ino-chō kankō jōhō)". いの町役場. Diakses pada 3 Juni 2009.
^ "浅野川・鯉流し (Asanogawa koinagashi)". Kanazawa City Tourism Association. Diakses pada 3 Juni 2009.
^ "世界一こいのぼりの里まつり (Sekai ichi koinobori no sato matsuri)". Prefektur Gunma. Diakses pada 3 Juni 2009.
[sunting]Lihat pula
Peh Cun
[sunting]Pranala luar
Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Koinobori
(Jepang) Sejarah koinobori
(Jepang) Membuat koinobori dari kertas
Kategori: Festival di Jepang
Rabu, 21 Desember 2011
dakwatuna.com – Masjid As-Salaam, Okachimachi, Tokyo kembali semarak dengan aktivitas mahasiswa dan pekerja Indonesia yang ada di Tokyo dan sekitarnya. Sebuah kajian dua mingguan dengan nama Kajian Islam Okachimachi (KIMOCHI), kembali dihelat di tengah cuaca jepang yang sudah mulai dingin.
Seperti pengajian sebelumnya, KIMOCHI kali ini (18/12) terdiri dari dua bagian: Kajian Tafsir yang diisi oleh KH. Jailani Abdussalam, LC, MA dan Pemaparan prinsip-prinsip dasar dalam Bahasa Arab oleh Ust. Abdurrohman.
KH. Jailani Abdussalam memberikan penjelasan seputar Tafsir Surat Al Baqarah: 178-186. Secara umum ayat-ayat ini membahas mengenai beberapa jalan menuju ketaqwaan, di antaranya tersebut dalam tiga hal: Qishas, Wasiat dan Puasa.
Qishos artinya mengikuti, dalam arti bahwa pelaku kejahatan dibalas seperti perbuatannya, apabila membunuh maka dibalas dengan dibunuh. Qishos bisa dibatalkan dengan syarat dimaafkan oleh keluarga atau ahli waris serta membayar diat setara 100 onta. Pembatalan qishos merupakan satu bentuk keringanan dari Allah. Dalam Qishos ada kehidupan, dengan melaksanakan hukum qishos maka akan menyelamatkan manusia dari pembunuhan. Karena dengan hukuman qishos maka orang berfikir panjang untuk membunuh. Qishos merupakan keputusan jamaah bukan individu, yang berarti qishos merupakan keputusan pengadilan. Untuk pembunuhan yang tidak sengaja atau untuk membela diri maka tetap wajib membayar diat, dengan catatan semua keputusan ‘apakah pembunuhan itu disengaja atau tidak’ harus dibuktikan dengan fakta yang selanjutnya diputus oleh pengadilan.
Selanjutnya, Imam Masjid Hiroo Tokyo ini juga memberikan penjelasan seputar kewajiban membuat wasiat bagi mereka yang telah datang ‘tanda tanda’ kematian padanya. Batasan harta yang seseorang diwajibkan untuk membuat wasiat adalah minimal 60 dinar dan besarnya tidak boleh lebih dari 1/3 jumlah harta. Wasiat ini tidak boleh melanggar atau mengambil hak dari ahli waris pihak yang meninggal serta tidak boleh diberikan kepada ahli warisnya. “Ayat ini tidak berlaku untuk ahli waris, karena sudah diganti hukumnya dengan ayat tentang waris di surat An Nisaa :11″ jelas Pembicara pertama ini. Penjelasan tentang wasiat kemudian dilanjutkan dengan pembahasan ayat ayat berikutnya yang berbicara seputar wajibnya berpuasa dalam Bulan Ramadhan.
Sementara itu, pemateri kedua yang membawakan tema tentang prinsip dasar Bahasa Arab, membuka materinya dengan membawakan Kisah Utbah bin Rabiah, seorang ahli syair dan sihir dari golongan musyrikin yang tersebut dalam tafsir Ibn Katsir surat Fushilat ayat 1 sampai ayat sajadah. Utbah diutus oleh kaumnya untuk menemui Rasulullah supaya menghentikan dakwah dengan menawarkan harta, kekuasaan, kerajaan, dan jika kena sihir akan dicarikan tabib sampai sembuh. Kemudian Rasul yang mulia membacakan surat Al Fushshilat, mendengar itu Utbah sangat takjub tidak bisa berkata apa2 mendengar surat yang dibacakan Rasul. Utbah kembali kepada kaumnya dengan wajah yang berbeda dari sebelum bertemu dengan Rasul seraya mengatakan bahwa itu bukan sihir atau mantra, serta mengatakan tidak akan ada yang bisa menghalanginya, kalaupun bangsa Arab bisa dikalahkannya maka kemenangannya adalah kemenangan bangsa Arab juga. Kisah ini sengaja disampaikan untuk menunjukkan keistimewaan bahasa Arab sebagai bahasa Al Quran. Beberapa alasan kuat mempelajari bahasa Arab serta karakteristik khas dari bahasa Arab dijelaskan dengan sangat menarik. “Semoga materi ini mampu memacu kita untuk mempelajari Bahasa Qur’an ini” tegas Ust Abdurrrahman di akhir sesi kedua KIMOCHI ini.
Dijumpai di acara makan bersama selepas kajian ini, Fithra Faisal, salah seorang Panitia Pengarah bercerita bahwa pengajian Kimochi ini terselenggara atas inisiatif para peserta Dauroh Tsukuba III yang diadakan setahun lalu. Keinginan kuat para mahasiswa dan pekerja dari berbagai daerah di Tokyo dan sekitarnya, seperti Tsukuba, Ibaraki, Saitama dan Chiba untuk memiliki pengajian rutin dua pekanan, menjadi alasan kuat bagi Forum Kajian Islam Tokyo dan Sekitarnya (FORKITA) untuk istiqamah mengadakan Pengajian Kimochi yang akan genap berumur setahun pada Januari mendatang ini.
Melihat besarnya antusias mahasiswa dan pelajar dalam mengikuti Daurah Tsukuba sebelumnya, yang dibuktikan dengan jumlah peserta Daurah Tsukuba III sebanyak 87 orang, maka di penghujung tahun ini, FORKITA akan kembali mengadakan Daurah Tsukuba IV yang akan diselenggarakan di Masjid Tsukuba, bekerja sama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia Tsukuba (FKMIT). (lmjaelani)
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/12/17486/kimochi-tokyo-bahas-tafsir-dan-belajar-bahasa-arab/#ixzz1hFAYybe4
Sabtu, 17 Desember 2011
Rabu, 14 Desember 2011
Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian. Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd yang merupakan perusahaan milik seorang kosmonot asal Afrika Selatan Mark Shuttleworth. Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan, "Ubuntu" berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti "rasa perikemanusian terhadap sesama manusia". Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.
Daftar isi
[sembunyikan]
1 Filosofi
2 Rilis
3 Galeri
4 Komunitas Ubuntu di Indonesia
5 Lihat pula
6 Referensi
7 Pranala luar
[sunting] Filosofi
Ubuntu mempunyai filosofi sebagai berikut :
bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya
bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan
bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.
[sunting] Rilis
Setiap rilis mempunyai nama kode dan nomor versi. Nomor versi berdasarkan tahun dan bulan dari rilis. Sebagai contoh, rilis Ubuntu yang pertama, 4.10, dirilis tanggal 20 Oktober 2004. Rilis ubuntu keluar setiap 6 bulan sekali tiap bulan April dan Oktober. Rilis ubuntu biasanya terdiri dari berbagai edisi, yaitu edisi Desktop, Server, dan Netbook. Perbedaan mendasar pada ketiganya adalah pada versi desktop terdapat tampilan desktop manager sedangkan pada edisi server tidak ada, hanya command prompt saja.
Daftar rilis Ubuntu yang telah dirilis dan yang direncanakan untuk dirilis:
Langganan:
Postingan (Atom)